Sombong---sebagaimana didefinisikan Rasulullah SAW---adalah "melecehkan orang lain dan menolak kebenaran" (HR Muslim dan Tirmidzi). Bila penyakit ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak.
Ketahuilah bahwa tidak akan bersombong kecuali orang yang menganggap dirinya besar dan tidak akan menganggap dirinya besar kecuali orang yang meyakini memiliki sifat kesempurnaan. Di antara sumber kesombongan adalah sebagai berikut:
Pertama: NASAB KETURUNAN. Orang yang punya nasab keturunan yang tinggi menganggap hinaorang yang tidak memiliki nasab tersebut, sekalipun ia lebih tinggi ilmu dan amalnya. Kadang sebagian mereka menyombongkan diri lalu menganggap orang lain sebagai pengikut dan budaknya, sehingga ia enggan bergaul dan duduk bersama mereka. Rasulullah bersabda "Hendaklah orang meninggalkan kebanggan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka."(HR. Abu Daud)
Kedua: HARTA KEKAYAAN. Hal ini biasanya terjadi dikalangan para raja, pemimpin, para konglomerat, pengusaha, tuan tanah, dan para pejabat negara serta keluarga mereka. Mereka membanggakan kedudukan dan hartanya sehingga merendahkan dan melecehkan orang lain. Orang-orang semacam ini bila tidak bertaubat akan berakhir seperti Qorun yang ditelan bumi karena kesombongan terhadap hartanya.
Ketiga: ILMU PENGETAHUAN. Demikian cepatnya kesombongan menjangkiti para ulama (kaum intelektual) sehingga seorang berilmu pengetahuan mudah merasa tinggi dengan ilmu pengetahuannya. Ia merasa paling mulia diantara manusia. Ia memandang dirinya lebih tinggi dan lebih mulia disisi Allah ketimbang yang lainnya. Hal demikian bisa terjadi karena ilmu yang didapat lebih berorientasi pada duniawi semata, tanpa dilandasi keikhlasan dan pensucian jiwa dalam menuntutnya. Sebab ilmu yang didapat dengan ikhlas karena Allah dan hati yang jujur akan melahirkan sikap tawadhu' dan rasa takut kepada Allah.
Keempat: AMAL dan IBADAH. Orang-orang yang zuhud dan para ahli ibadah tidak terlepas pula dari nistanya kesombongan, kepongahan dan tindakan melecehkan orang lain. Dengan amal dan ibadahnya ia merasa yakin akan selamat, sementara orang lain akan binasa. Sabda Rasulullah SAW "Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim" (HR. Muslim)
Kelima: KECANTIKAN/KETAMPANAN. Kecantikan atau ketampanan seseorang bisa meyebabkan dirinya sombong dengan cara merendahkan dan menyebut-nyebut keburukan rupa orang lain.
Dengan definisi yang disebutkan oleh Rasulullah SAW itu, tentulah banyak keburukan yang terdapat di dalam sifat sombong (takabbur), sehingga wajar jika kemudian kesombongan menjadi penghalang masuk surga, sebagaimana dalam hadits shahih Baginda Rasul bersabda: " Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar dzarrah ". Hal itu disebabkan karena kesombongan menghalangi hamba dari semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh orang mu'min, sedangkan akhlaq-akhlaq itu adalah pintu surga, dan kesombongan penutup pintu-pintunya. Sebab, seseorang tidak bisa mencintai kaum mu'minin sebagaimana ia mencinta diri sendiri bila di dalam hatinya masih ada kesombongan, begitu juga dengan perbuatan-perbuatan lainnya yang muaranya adalah karena adanya kesombongan dalam hatinya.
| ||
Dan Allah telah menjanjikan kepada orang2 beriman di antara kamu dan yg mengerjakan amal soleh, bahawa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yg berkuasa di muka bumi ini sebagaimana telah dijadikan khalifah orang2 sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yg telah diredhaiNya untuk mereka, dan dia benar2 akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentiasa’ (An Nur: 55)
Wednesday, May 22, 2013
Be carefully , guys ! SUMBER KESOMBONGAN
Analisa syabah Kecil : MENGAPA BEGITU SULIT BERDAKWAH ?
Kegagalan Taliban mempertahan dua kota utama, Kandahar dan Kabul membuat reputasi mereka terperosok. 'Niat baik' mempertahan 'tradisi' Islam, terhapus dalam sekejap saja. Hanya enam tahun bertahan. Kekuatan mereka yang didasarkan pada dakwah ini dengan mudahnya dikalahkan oleh kekuatan kafir. Prinsip kenegaraan yang difondasikan pada kegiatan dakwah ternyata tidak berhasil. Dukungan dari Afghan Al Arab pada akhirnya tidak sepenuhnya disokong bahkan oleh sebagian besar orang Afganistan sendiri. Afganistan, dibawah sistem Taliban, tidak berhasil membujuk dunia untuk berpihak kepada mereka. Taliban menghadapi kesulitan dalam menarik simpati dunia. Mengapa gagal?
Berdakwah memang tidak mudah. Taliban, terlepas dari sudut mana kita menilainya, telah gagal dalam menunaikan misi dakwahnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan kegagalan ini. Abu Sayyaf, seorang profesor dari Kelompok Mujahidin Afganistan yang pada masa pemerintahan Taliban sempat dimusuhi oleh mereka, dalam wawancara dengan Al Jazeerah-Qatar, mengemukakan bahwa kegagalan Taliban disebabkan kesalahan menerapkan konsep Islam dimana satu diantaranya Taliban lebih 'memilih' perang daripada jalan damai.
Awal tahun 90-an, Zainuddin MZ begitu menjulang kepopulerannya dalam dakwah. Dakwah pada masa itu disebut-sebut sebagai 'profesi' baru yang menjanjikan bukan saja kepopuleran, namun juga peningkatan pendapatan. Tak jarang artis-artis pula menekuni profesi yang satu ini, misalnya Harry Mukti. Lambat laun Zainuddin dan sejumlah artis pendakwah ini 'pudar' ketenarannya. Berhasilkan misi mereka dalam dakwah?
Utama
Misi utama 'dikirimnya' Rasulullah SAW ke muka bumi ini adalah untuk berdakwah. Beban terberat beliau adalah misi dakwah ini, karena berbagai risiko yang harus dipikul beliau SAW tidaklah ringan. Sanak saudara, teman, hingga pemimpin suku, semuanya memusuhi misi ini terutama sekali pada tahun-tahun pertama beliau SAW memulainya. Berbagai bentuk benturan dihadapi beliau dengan kesabaran yang luar biasa, yang kadang-kadang 'diluar' kewajaran kita sebagai manusia. Suatu sikap yang barangkali bagi kita biasa, ternyata Rasulullah menunjukkannya dalam bentuk lain, yang membuat kita 'takjub'. Demikianlah Allah SWT memilih utusanNya. Mereka yang memusuhi beliau SAW ternyata dibalas beliau dengan kasih. Beliau SAW menyatakan bahwa mereka belum mengerti tentang Islam. Pengemis buta yang Yahudi, yang senantiasa mencemoohkan nama beliau SAW ternyata beliau balas dengan disuapinya dia setiap hari dengan makanan tanpa sepengetahuan pengemis tersebut. Subhanallah.
Aisyah R.a, istri tercinta beliau SAW, menggambarkan bahwa pribadi Rasulullah adalah pribadi yang termuat dalam Al Quran. Rasullullah adalah Al Quran yang 'berjalan'. Karena itu, dakwah beliau SAW, dalam konteks kesehatan, memanfaatkan pendekatan holistic. Suatu teknik pendekatan dengan memperlakukan sasaran dakwah secara utuh sesuai dengan unsur-unsur yang dimiliki oleh objek dakwah. Tanpa pendidikan formal, Rasulullah SAW telah mengenal bahwa elemen-elemen yang ada dalam diri manusia itu meliputi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Meski sasaran utama beliau dalam dakwah menitik beratkan pada elemen spiritual, namun beliau SAW tidak mengabaikan peranan besar yang terdapat dalam jasmani, jiwa, dan sosial.
Lihatlah contoh bagaimana beliau SAW memperlakukan pengemis Yahudi diatas. Dalam segi spiritual, beliau sadar bahwa pengemis tersebut warga Yahudi yang jelas-jelas berbeda pandangan imannya. Namun kenapa beliau tidak langsung saja menjelaskan tentang Islam? Sebaliknya beliau menempuh jalur lain, mengajarkan aspek dasar yang perlu didahulukan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Makan, adalah yang dibutuhkan oleh pengemis tadi, bukan 'ocehan'. Sesudah Rasulullah 'berpulang' ke Rahmatullah, barulah si pengemis tersebut menanyakan kemana orang yang biasa memberikan sarapan itu pergi karena tidak pernah nampak lagi? Dan masuk Islamlah dia. Subhanallah!
Analisa
Seiring dengan berkembangnya teori-teori penelitian sosial, dakwah pun seharusnya mendapatkan perlakukan yang sama. Peranan menempatkan dakwah yang tidak disejajarkan dengan studi ilmiah inilah yang salah satunya menyebabkan ketidakberhasilannya. Lewat pendekatan ilmiah, maka akan bisa diidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi dakwah tersebut. Dakwah, bukan sekedar segumpal penguasaan ayat-ayat Al Qur-an yang dibumbuhi dengan sedikit humor, kemudian diselingi sejumlah ceritera yang terkait, titik!
Dakwah membutuhkan suatu proses pendekatan yang berkesinambungan. Dalam Bahasa Inggris, kunci sederhana yang bisa diterapkan adalah konsep 5-W dan 1 H. Dakwah harusnya dimulai dengan What, why, who, when, where, dan how. Jadi, menghadapi masalah semakin tajamnya pertentangan antara umat Islam dan Kristen di Sulawesi Tengah misalnya, konsep yang demikian bisa berlaku. Apa issue yang sebenarnya, mengapa bisa demikian, siapa pelakuknya, kapan, dimana, dan bagaimana semua ini bisa terjadi.
Demikian pula peranan pendekatan holistic diatas hendaknya diperhatikan. Kita tidak mungkin berdakwah tentang zakat, sadaqah, dan infaq ditengah-tengah masyarakat yang kelaparan. Secara moral-etis, kita tidak mungkin berdakwah ditengah-tengah (maaf) pelacur dengan menempatakan profesi mereka sebagai obyek pembicaraan. Demikian pula jika kita berdakwah tentang tidak diperbolehkannya pacaran ditengah-tengah remaja yang berpasang-pasangan. 'Mudahkanlah, jangan dipersulit', demikian Rasulullah SAW pernah bersabda.
Naik-turun tanggapun kita harus satu demi satu tapak dilalui jika kita tidak menginginkan jatuh. Dalam Islam pun hal ini bukan kesalahan. Bahkan sunnah. Bukankah Allah mencintai perbuatan baik yang secara terus menerus, berkesinambungan, sekecil apapun bentuknya. Rasulullah SAW berdakwah, dan 'kelihatan'hasilnya sesudah 23 tahun berkiprah didalamnya. Bukankah tujuan dakwah sendiri adalah perubahan perilaku secara menyeluruh? Integritas aspek-aspek yang ada dalam diri manusia itulah tujuan akhir dakwah.
Libat
Telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, ' berdakwahlah walau hanya satu ayat!' Dibalik anjuran ini tersembunyi makna yang sangat luas. Dalam diampun kita bisa berdakwah. Diam bisa berarti 'satu ayat'. Dalam suatu pertengkaran mulut misalnya, diam adalah lebih baik. Diam disini menduduki posisi yang penting dalam turut andil menyelesaikan masalah. Diam juga mempercepat redahnya sebuah pertikaian. Diam berarti dakwah. Apa yang dilakukan Professor Sayyaf selama konflik Afganistan adalah dalam rangka berdakwah. 'Jika tidak bisa berbicara yang baik, diamlah!',
Secara verbal dalam dakwah harus memperhatikan unsur-unsur yang oleh Astrid dikelompokan dalam Pengirim pesan, penerima pesan, pesan serta sarana pengiriman pesan. Teori komunikasi oleh Astrid ini apabila diintegrasikan dengan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyampaian dakwah diatas, akan klop. Memang tidak mudah untuk mengkombinasikan elemen diatas. Karena itu, guna menekuni bidang dakwah secara profesional perlu keseriusan. Bagaimanapun bidang yang satu ini juga menuntut adanya kespesialisasian.
Meskipun demikian tidak berarti bahwa tanpa ketrampilan tersebut lantas kita harus berhenti berdakwah. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa berdakwah tidak harus secara lisan, dimuka publik, dalam forum pengajian atau seminar keagamaan. Berbuat suatu kebaikan yang dilandasi ikhlas tidak kalah penting peranannya dibanding dakwah lisan itu. Dakwah yang komprehensif adalah yang melibatkan komunikasi verbal, yang diikuti dengan tindakan, disamping tentu saja adanya niat. Akan tetapi perlu juga langkah evaluasi guna mengukur titik kelemahan kita dalam dakwah. Evaluasi ini besar peranannya, agar dakwah dimasa mendatang bisa lebih efektif dan efisien, mengarah pada titik tujuan dakwah. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendapatkan porsi yang cukup, maka dakwah hanya sekedar istilah.
Aku mujahidah dari bumi JIHAD
| Aku Wanita Mujahidah Sejati... Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad.. Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad.. Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad.. Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya.. cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Aku Wanita mujahidah pilihan..Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam.. Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia.. Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku.. Bulat tekadku untuk menemanimu.. Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad.. Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an.. Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad.. Andai tak siap bisa kau pilih.. Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik, terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku.. terlebih keluh kesahku.. Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...
Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta.. Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota.. lezatnya makanan dan lajunya makar durjana.. Meniti jalan panjang di medan jihad.. Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah.. serta debu yang beterbangan, keringat luka dan kesyahidan pun terulang.. Jika masih ada ragu tertancap dihatimu.. Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu.. Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad... Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan.. tepiskan semua mimpi yang tak berarti... Adakah yang siap mendamaikan Hati ?????? Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri.. tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan.. Yang melepasku dengan selaksa do`a.. meraih syahid.. tujuan utama.. Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu.. Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini.. |
Ikhwahfillah Rencana Tuhan itu Indah ^_^
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."
Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.
Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."
| ||
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.
Ketika tiba masa usia aqil baligh, maka perasaan ingin memperhatikan dan diperhatikan lawan jenis begitu bergejolak. Banyak perasaan aneh dan bayang-bayang suatu sosok berseliweran tak karuan. Kadang bayang-bayang itu menjauh tapi kadang terasa amat dekat. Kadang seorang pemuda bisa bersikap acuh pada bayang-bayang itu tapi kadang terjebak dan menjadi lumpuh. Perasaan sepi tiba-tiba menyergap ke seluruh ruang hati. Hati terasa sedih dan hidup terasa hampa. Seakan apa yang dilakukannya jadi sia-sia. Hidup tidak bergairah. Ada setitik harapan tapi berjuta titik kekhawatiran justru mendominasi.
Perasaan semakin tak menentu ketika harapan itu mulai mengarah kepada lawan jenis. Semua yang dilakukannya jadi serba salah. Sampai kapan hal ini berlangsung? Jawabnya ada pada pemuda itu sendiri. Kapan ia akan menghentikan semua ini. Sekarang, hari ini, esok, atau tahun- tahun besok. Semakin panjang upaya penyelesaian dilakukan yang jelas perasaan sakit dan tertekan semakin tak terperikan. Sebaliknya semakin cepat / pendek waktu penyelesaian diupayakan, kebahagiaan & kegairahan hidup segera dirasakan. Hidup menjadi lebih berarti & segala usahanya terasa lebih bermakna.
Penyelesaian apa yang dimaksud? Menikah! Ya menikah adalah alat solusi untuk menghentikan berbagai kehampaan yang terus mendera. Lantas kapan? Bilakah ia bisa dilaksanakan? Segera! Segera di sini jelas berbeda dengan tergesa- gesa. Untuk membedakan antara segera dengan tergesa- gesa, bisa dilihat dari dua cara :
Pertama, tanda-tanda hati. Orang yang mempunyai niat tulus, kata Imam Ja'far, adalah dia yang hatinya tenang, sebab hati yang tenang terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niat murni untuk Allah dalam segala perkara. Kalau menyegerakan menikah karena niat yang jernih, Insya Allah hati akan merasakan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kita merasa yakin, meskipun harapan & kekhawatiran meliputi dada. Lain lagi dengan tergesa-gesa. Ketergesaan ditandai oleh perasaan tidak aman & hati yang diliputi kecemasan yang memburu.
Kedua, tanda-tanda perumpamaan. Ibarat orang bikin bubur kacang hijau, ada beberapa bahan yang diperlukan. Bahan paling pokok adalah gula & kacang hijau. Jika gula & kacang hijau dimasukkan air kemudian direbus, maka akan didapati kacang hijau tidak mengembang. Ini namanya tergesa-gesa. Kalau gula baru dimasukkan setelah kacang hijaunya mekar ini namanya menyegerakan. Tapi kalau lupa, tidak segera memasukkan gula setelah kacang hijaunya mekar cukup lama orang akan kehilangan banyak zat gizi yang penting.
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda : "Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya" (HR Thabrani)
Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah. Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan. Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : "Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)" HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.
Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.
Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.
Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?
Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil. Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : "Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar." Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah & juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan & kejernihan niat. Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.
Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam. Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas & kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.
Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara mantap.
Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak. Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.
Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.
Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan. Wanita boleh menawarkan Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat & ikhtiar untuk menikah. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kehormatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Dan Khadijah r.a atas teladan bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri.
Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri.
Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci.
Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali.
Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat.
Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.
Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah SAW dan berkata : "Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?" Putri Anas yang hadir & mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, "Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan." Anas berkata kepada putrinya : "Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah SAW lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari)
| ||
SAY NO TO GOSIPP
| "Eh...eh....lo taw ga seeeh.....si itu kan bgini bgini bgini lho...." dan banyak lagi kalimat2 sejenis yg mungkin sering kita dengar ataw bahkan ucapkan <mudah2an jangan> yg berbau/mengarah kpada pembicaraan ttg brita/gosip mengenai org lain ; baik itu seleb...gebetan/pacar...orang2yg kita kenal....sampe org2 yg ga/blm kita kenal. Mungkin bagi kita yg tidak menyukai kgiatan bergunjing/bergosip seperti itu bertanya2 kenapa banyak banget orang2 yg malah suka bgt hal2 yg berbau gossip sperti itu.... yaaa... mungkin slain krn sudah sangat terbiyasa dengan hal itu dan kurang memahami ttg agama,mungkin karna mereka juga manusia yg sangat bisa terpengaruh oleh ligkungan sekitarnya....misalnya kalo seseorang bergaul dengan orang2 yg seluruhnya sangat mengemari hal2 sperti itu , walawpun pada awalnya ia tidak menyukai hal tsb , tapi sangat mungkin dkemudian hari ia pun akan ikut2 menyukai hal2/kegiyatan2 seperti itu...
Slain itu , Media pun sbenarnya menjadi salah satu pnyebab kenapa gosip/ghibah menjadi seperti sudah sangat mem-budaya.... Liat aja contohnya ; mulay dari banyak banget layanan2 sms yg menyediakan jasa memberikan gossip/kabar terbaru dr para seleb...halaman2 majalah/tabloid yg di isi dengan issue2 murahan plus ga penting ttg para seleb...dtambah lg,mulay dr pagi sampe sore,banyak media pertelevisian n radio yg menyajikan gossip mengenai selebritis baik itu seleb luar mawpun seleb dlm negri sendiri padahal jelas2 it hal2 yg tdk berbobot , hanya mnambah dosa dan membuang2 waktu...
Kenapa bergosip alias bergunjing alias berghibah itu tidak berbobot...?
Ya iyaaaalaaaah.... Emang apa manfaatnya bagi kita?
Apa itu akan menjadi salah satu soal yg kluar pada saat kita tes/ujian/ulangan?
Apa dengan kita taw gosip terbaru itu membuat ilmu pngetahuan kita bertambah luas<slain pngetahuan ttg gosip2 tbaru tentunya>? lagipula...daripada banyak pngetahuan tentang gosip2 gitu,mendingan banyak pngetahuan tentang hal2 yg lebih berguna seperti apa aja yg udah tjadi dgn bangsa ini slm sekian kurun waktu ataw tau perkembangan ekonomi,teknologi,politik,dll di dalam negri n di luar negri atawpun hal2 positip lainya.
Terus...kok bergosip alias bergunjing alias berghibah itu bisa menambah dosa...?? yaaa....soalnya kan bergunjing itu byasanya ga cukup cuman satu kali....n byasanya kita akan terus menerus bergunjing n jadi terbiyasa dengan itu sampe2 kita sendiri juga ga sadar bahwa yg kita lakukan itu sdh termasuk bergunjing.... and dengan begitu...walawpun misalnya dosa ghibah itu termasuk dosa kecil pun , karna dlakukan berulang-ulang kali.... sangat mungkin dosa yg dtimbulkanya jauh lebih besar daripada dosa yg dtimbulkan karna kita mlakukan dosa besar satu kali .
Slain itu , Firman allah dlm q.s al-hujurat ; 12 ttg larangan berghibah :"hai org2 yg beriman, jauhilah kbanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari kesalahan org lain , dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yg lain . suka-kah kalian memakan daging saudaranya yg sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya . dan bertakwalah kepada allah . sesungguhnya allah maha penerima tobat . " Slain itu,mnurut Yusuf Qardhawi dalam "halal dan haram dalam islam" , Ghibah adalah keinginan untuk menghancurkan orang, suatu keinginan untuk menodai harga diri, kemuliaan dan kehormatan orang lain, sedang mereka itu tidak ada di hadapannya. Ini menunjukkan kelicikannya, sebab sama dengan menusuk dari belakang. Sikap semacam ini salah satu bentuk daripada penghancuran. Sebab ini berarti melawan orang yang tidak berdaya. Ghibah disebut juga suatu ajakan merusak, sebab sedikit sekali orang yang lidahnya dapat selamat dari cela dan cerca.
Terus , Kenapa bergosip alias bergunjing alias berghibah itu membuang-buang waktu?
Karena ga ada manfaatnya sama sekali bagi kita... misalnya ada seleb yg digosipin cinlok sama lawan maenya dlm swatu film.... So what? Lha yg jatuh cinta dia , kok qt yg repot...?
Trs...misalnya seorang temen mengatakan "eh...si itu tuh bgini bgini dan bgini" so...?? Kalo emang bener dia gt kenapa n kalo ternyata dia ga bgitu juga kenapa...??
Ngapain harus ngabisin waktu untuk hal2 yg sia2 seperti itu...apalagi kalo pake acara nyempein/ngaduin org yg ngomong itu ke org yg djadikan bahan omonganya itu...itu sama saja dengan ngadu domba...! ataw kalo kita udah pake acara nyebarin brita/gossip ke org2 <not including ke org yg djadiin bahan gosip itu> n ternyata tuh gosip salah.....ya....bisa2 kita ga sadar bahwa itu sudah bukan hanya ghibah aja tapi juga sudah jadi suuzon ataw bahkan pitnah and itu termasuk dosa besar.
So... ngapain ngabisin waktu untuk bergosip/berggunjing...?slain hal2 spt itu ga berbobot , mnimbulkan dosa n buang2 waktu, itu juga bisa membuat imej yang ga bagus tentang kita.... yaa....kecuali kalo udah sangat terbiyasa dengan imej "bigos" alias biang gosip ataw perumpi/penggosip dan ga menganggap imej seperti itu adalah imej yg memalukan/ga bagus....
And dengan menghindari dr hal2 yg ga berguna sperti bergosip/bergunjing spt itu ,slain dpt menghindarkan diri dari mlakukan dosa besar , smoga aja allah menggolongkan kita pada golongan org2 yg menjauh dr perkara2/hal2 ga berguna yg dsayangi oleh allah pluz di rindu surga.... <aaaamiiiiiin>
jangan sampe kita baru berpikir untuk berhenti mlakukan dosa stelah kita melihat malaikat izrail hendak mencabut nyawa kita.....
|
Seruan : DENGARLAH JERITANNYA !!!! DIMANAKAH GERANGAN BARISAN PARA SINGA ??
Fahmi Hanafi
Risalah ini kami tulis untuk menyikapi fenomena ancaman dan intimidasi terhadap beberapa aktivis muslimah yang terjadi belakangan ini, meski tak bisa dipungkiri dimasa sekarang ini sangat jarang terdengar jeritan muslimah sejati yang seandainya membentur gunung pastilah dindingnya akan tergetar, namun yang sering terdengar hanyalah jeritan histeris para wanita ketika melihat aksi idolanya diatas panggung hiburan dan membentangkan poster cinta pada sang idola. Lalu kepada barisan singa dari rimba ( baca : kelompok) mana saja berasal, dimanakah kini keperkasaan dan kecemburuan diri kalian hingga bila terdengar jeritan muslimah teraniaya di belantara kita sendiri, kita hanya menyembunyikan dan mengurung diri dalam keremangan dan kegelapan goa, tanpa ada terdengar auman menggelegar.
MAKNA JERITAN MUSLIMAH
Jika anda seorang lelaki, maka bukalah telinga anda lebar-lebar agar dapat mendengar jeritan wanita yang meminta tolong atau jika anda seorang wanit ayang teraniaya maka bersuaralah dengan lebar agar dapat terdengar oleh para penolong. Namun sebenarnya yang terlebih penting bagi kita semua adalah agar senantiasa membuka hati lebar-lebar, sehingga telinga seorang pemuda muslimin menjadi tajam untuk menangkap dan mendengar jeritan hamba yang teraniaya dan teriakan seorang pemudi muslimah menjadi berbekas dan bermakna di telinga, hingga mampu menggerakkan jiwa para hamba yang bertakwa !! Sesungguhnya sebuah jeritan yang diteriakkan seorang wanita muslimah, dapat menyebabkan sekian telinga terbuka dan sekian jantung yang berdetak tersentak hingga menyebabkan aliran darah bergejolak dan menumbuhkan hasrat, serta membakar semangat dari jiwa rijal sejati untuk bangkit mengadakan pembelaan bagi kehormatan muslimah dimanapun ia berada. Inilah makna jeritan muslimah yang wajib didengar oleh barisan pemuda Islam !!
JERITAN DI MASA KITA LEMAH
Suatu penghormatan dari Allah Swt kepada kaum wanita, bahwa dari merekalah darah perjuangan ummat ini pertamakali tertumpah. Adalah Sumayyah, seorang budak yang merupakan wanita kedua yang berIslam (Ia berIslam bersama keluarganya yakni Yasir suaminya dan kedua anaknya Amar dan Ubaid. Sementara wanita pertama yang masuk Islam adalah Siti Khadijzh, istri Rasulullah SAW). Karena keIslamannya, akhirnya Sumayyah disiksa sedemikian rupa oleh musyrikin Quraisy, berupa cambukan, lemparan batu hingga dijemur di terik matahari, meskipun demikian ternyata dari mulutnya hanya terdengar jeritan Ahad ! Ahad ! sebagai hakekat dari keteguhan imannya.
Maka kaum musyrikin yang dikepalai Abu Jahal semakin kesal melihatnya, lalu mereka bakar sepotong besi hingga memerah warnanya, lantas ditusukkan kedalam kehormatan Sumayyah, walyaidzubillah ! Maka syahidahlah sang wanita mulia, yang menjelang ajalnya ia berkata, Beruntung demi Rabb yang mengurus Ka'bah. Saat itu memang belum ada pembelaan secara fisik oleh kaum muslimin terhadap jeritan Sumayyah, dikarenakan jumlah mereka yang masih sedikit, sementara itu dikhawatirkan para penyeru dakwah akan habis apabila mereka mengadakan perlawanan secara frontal. Maka ketika melihat penyiksaan terhadap Sumayyah dan keluarganya, Rasulullah Saw hanya berkata : Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan bagi kalian adalah Jannah. Beliau tak bisa berbuat banyak saat itu, karena tidak memiliki kekuatan yang bisa diandalkan untuk melepaskan Sumayyah dari derita aniaya, inilah jeritan pertama seorang wanita muslimah di masa ummat Islam masih sangat lemah.
JERITAN DIMASA KITA KUAT
Berawal dari seorang wanita muslimah yang membawa perhiasannya untuk diperbaiki kepada seorang tukang sepuh Yahudi dari Kabilah Bani Qainuqa, kemudian di saat ia duduk menunggu, mendekatlah beberapa orang Yahudi menggodanya agar membuka tutup wajahnya, tapi ia tolak.
Maka secara diam-diam si tukang sepuh mengikatkan ujung pakaian wanita pada sebilah kayu, dan tatkala si wanita berdiri, kain itu tersentak hingga koyak dan terlihatlah aurat badannya. Mereka pun tertawa girang sedang wanita itu menjerit. Mendengar jeritannya, seorang pemuda muslim yang lewat bergegas mendekat, dan demi melihat perbuatan kurang ajar itu marahnya tak tertahankan, lalu dengan berani ia serang lawannya yang lebih banyak, hingga berhasil membunuh si tukang sepuh. Namun teman-temannya balas mengeroyok lalu membunuh si pemuda, setelah terlebih dahulu ia mampu melukai beberapa orang dari mereka.
Akibat kejadian tersebut, maka bangkitlah emosi umat Islam yang menyulut peperangan dengan Bani Qainuqa (bisa dibaca pada Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah 2/47). Dan berakhir dengan pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah. Maka renungkanlah, betapa dari jeritan seorang wanita, sebuah medan pertempuran pun bisa tergelarkan.
JERITAN MELAHIRKAN SIKAP KSATRIA
Pada masa khilafah ummat Islam dipegang oleh Al Mu'tashim (Salah seorang Khalifah pada masa Daulah Abasiyah), ada seorang wanita muslimah yang ditahan oleh sebuah negara kafir dan dianiaya kehormatannya hingga ia menjerit..Wa mu'tashima (Tolonglah hai Mu'tashim !).
Ketika berita ini terdengar oleh Al Mu'tashim, maka tersentaklah hatinya oleh jeritan itu, lalu ia segera mengirimkan pasukan menuju tempat teriakan itu bergema, guna membuat perhitungan terhadap musuh hingga tuntas permasalahan. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Mu'tashim telah memberi peringatan dengan ancaman. Jika Wanita itu tidak segera dibebaskan, maka aku akan mengirimkan pasukan yang pangkalnya ada di negara anda dan ujungnya di negeri kami !. Karena ketakutan, maka negera kafir tersebut segera membebaskan si wanita, Allahu Akbar !! (Peristiwa ini juga menunjukkan kepada kita betapa Islam akan memiliki Izzah dihadapan lawan, jika mampu merealisasikan institusi kekhalifahan yang kuat di muka bumi.
Maka dari jeritan seorang wanita muslimah, niscaya ia akan mampu membangkitkan jiwa ksatria para rijal sejati guna membela kehormatan dirinya, lantas bagaimana dengan kondisi sekarang, dimana tidak hanya satu tapi beratus bahkan beribu muslimah yang malang, menjerit meronta hingga parau suaranya, namun tak pernah jua datang para ksatria pembela ??
JERITAN TAK PANDANG RUPA
Saudaraku fillah..satu hal yang penting dan perlu di garis bawahi adalah hendaknya kita tidak melihat rupa dan penampilan dari muslimah yang membutuhkan pertolongan akibat tindakan kezaliman, sebab salah satu penyakit hati yang berbahaya bagi seorang lelaki atau pemuda adalah ketika dirinya hanya siap dan respek membantu seorang muslimah dikarenakan kelebihan lahiriyah yang dimilikinya. Padahal bukankah Allah Swt tidak melihat jasad dan rupa seseorang melainkan bagaimana isi hati dan niatnya ? Maka demikian pula hendaknya para rijal sejati dalam bersikap dan bertindak.
Maka tengoklah keteladanan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ketika menerima pengaduan Fartunah, seorang wanita miskin berkulit hitam mengenai gubuknya yang dijebol dan ayamnya yang dicuri. Atas jeritan pengaduan tertulis ini, beliau segera mengabarkan kepada si wanita bahwa telah ia kirimkan surat perintah kepada walikota setempat, Ayub bin Sarhabil yang langsung menemui si wanita guna mengambil tindakan dan memperbaiki rumahnya sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Khalifah.
JERITAN MUSUH PUN DIDENGAR
Dalam melindungi kaum wanita sebagai makhluk lemah, Islam tidaklah pandang bulu. Bagi wanita non muslimah yang tidak ikut memerangi Islam maka jeritannya berhak didengarkan, karena nilai-nilai universal kewanitaannya menyebabkan ia harus di bela (Adapun kalau mereka secara terang-terangan memerangi kita, maka memerangi bahkan membunuh mereka adalah tindakan yang dibolehkan oleh Islam)
Maka keteladanan yang mulia ini dapat kiita temukan tatkala Sholahuddin al Ayyubi menundukkan Baitul Maqdis di tahun 1187 H (Mengenai Sholahuddin al Ayyubi, bisa di baca pada edisi 03 / 1, tentang berperang dengan Moral dan Kasih Sayang), saat serombongan kaum wanita kafirin hendak membayar jizyah sebagai dana keamanan, dengan menghadap Sulatan, maka mereka katakan bahwa diantara mereka terdapat istri, ibu, dan putri dari tentara Salib yang tertawan atau mati dalam pertempuran. Mendengar jeritan sedih dan tetesan air mata mereka, maka ibalah Sultan, lalu beliau izinkan mereka untuk mencari para suaminya diantara tawanan, dan bila ditemukan langsung dibebaskan. Sementara bagi yang tak menemukan karena sudah gugur, diberikan bantuan sandang dan pangan sesuai kebutuhan keluarganya.
Pernah pula ketika kemah Sholahuddin al Ayyubi kedatangan seorang wanita Kristiani, yangmengadukan jeritan hatinya bahwa putranya diculik tentara Islam. Mendengar hal itu Sultan memerintahkan pasukan untuk mencarinya. Setelah diketemukan ia perintahkan prajuritnya untuk mengantarkan mereka berdua ke markas pasukan Salib hingga selamat dengan kadar keperluan.
POSISI WANITA DI MATA SEORANG LELAKI
Dalam sebuah pepatah Arab disebutkan : .Semua wanita adalah saudara ibu.. Maka Syekh Mustafa al Ghalayani berkomentar : .Salah satu hak seorang lelaki adalah, dia boleh cemburu kepada semua wanita sebagaimana ia cemburu kepada mahramnya, karena semua wanita adalah saudara ibunya (bibi) dalam konteks gender maka mereka seakan-akan menjadi bibinya..
Renungkanlah saudaraku, betapa semua wanita itu ibarat saudara ibu yang kita harus merasa cemburu bila melihat kewibawaannya di ganggu, maka merendahkan martabat mereka laksana merendahkan wanita-wanita terdekat kita. Dalam sebuah riwayat diceritakan perihal pemuda yang mendatangi Nabi Saw untuk meminta izin berzina, maka Nabi Saw bertanya : .Wahai anak muda, apakah engkau rela bila hal itu dilakukan kepada ibumu ?. Tentu saja pemuda itu menjawab : .TIDAK !. Lalu Nabi Saw bersabda : .Engkau benar, karena setiap orang juga tidak akan senang bila hal itu dilakukan pada ibunya. Lalu apakah engkau senang bila hal itu dilakukan pada anak wanitamu ?. Lantas berturut-turut Nabi Saw menanyakan, bagaiman jika wanita itu adalah bibi dari bapaknya, lalu bibi dari ibunya, yang semuanya dijawab .TIDAK. oleh si pemuda. Akhirnya Nabi Saw meletakkan tangan di dadanya, seraya berdo.a : . Ya Allah ..sucikanlah hatinya, peliharalah kemaluannya, ampunilah dosanya. Maka sejak saat itu, pemuda itu tak pernah lagi memikirkan untuk melakukan zina (Al Hadits Dari Abu Umamah ra.).
Wahai saudaraku.. jika demikian semestinya posisi kaum wanita dimata seorang lelaki, maka sudah seharusnya kehormatan mereka itu harus dijaga dari tindakan semena-mena. Apalagi jika ia adalah wanita muslimah sholehah tentu lebih layak bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan.
MAHALNYA KEHORMATAN MUSLIMAH
.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik lelaki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo.a : .Ya Robb kami, keluarkan kami dari negeri ini (Makkah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisiMu, dan berilah kami penolong dari sisiMu. (Qs. An Nisaa : 75). Betapa mahalnya harga kehormatan wanita muslimah itu sesungguhnya telah disadari oleh kader-kader musuh Islam. Begitu ngeri dan takutnya mereka terhadap muslimah sholehah yang terlatih dan terdidik untuk mengandung dan melahirkan serta mengkader buah hatinya demi mencapai keridhoan Illahi. Dan kelak tanpa ragu akan ia persembahkan sang buah hati kesayangannya menjadi seorang yang disegani di lapangan dakwah atau menjelma menjadi singa Allah yang ditakuti di medan jihad Fii Sabilillah.
Seperti keteladanan dari Ummu Haritsah ra. saat mengetahui putra tersayang gugur terkena panah lawan di sebuah medan pertempuran, maka ia menemui Rasulullah Saw, dan bertanya, .Ya Rasulullah beritahukan kepadaku tentang anakku, apakah ia mati syahid ? Kalau ia mati syahid aku akan bergembira sekali dan memasrahkannya kepada Rabbku, tapi kalau tidak sungguh betapa aku sedih dan aku akan terus menangisinya..
Maka Beliau kabarkan kepada wanita mulia ini, bila putranya kini di Jannah kelas utama. ( HR. Bukhari).. Subhanallah.. Luar biasa yaa.. saudaraku.. Inilah penyebab mengapa kehoramatan wanita muslimah yang sholehah lebih mahal harganya, dan perlu diketahui bahwa semakin baik kehidupan ruhani seorang wanita maka menyebabkan pancaran unsur kewanitaannya semakin jelas. Hingga pada diri mereka akan terlihatlah perbedaan yang terang dengan kaum lelaki, laksana perbedaan malam dan siang. Maka darinya, kita akan menemukan sosok kelembutan insan yang secara fitrah memang harus dijaga, dikawal dan dibela keberadaannya dari segala gangguan mulut dan jamahan tangan-tangan kotor syaiton yang berwujud manusia. Dan seorang wanita muslimah akan merasakan kemuliaan nilai-nilai kewanitaanya dengan terjaganya kehormatan dirinya, melalui perlindungan saudara-saudaranya yang terdekat dari suami, anak, orang tua, saudara kandung, saudara lain yang semahram, sampai dengan seluruh saudaranya seIman diseluruh penjuru alam.
DISEBABKAN IMAN KITA BERSAUDARA
.Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. (Qs. Al Hujuraat : 10) Saudaraku, karena iman kita dipersaudarakan Allah Swt dan salah satu bentuk persaudaraan dapat diwujudkan dengan adanya perwalian dan kecintaan satu sama lain diantara ummat Islam, maka disaat ada yang sakit.. maka seluruh bagian yang lain akan turut merasakan penderitaan.
.Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang dan kelembutan bagaikan satu jasad. Manakala suatu anggota tubuhnya kesakitan, maka sekujur tubuh menanggungnya, tidak tidur malam dan demam. (HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu bagaimana seorang yang mengaku muslim hatinya bisa tenang dan merasakan manisnya iman, sementara itu di tempat lain dan waktu yang bersamaan para muslimah di aniaya bahkan diperkosa musuh yang kejam ? .Bagaimana tetap tinggal diam dan bagaimana hati seorang muslim tetap tenang sedang kaum muslimah bersama musuh kejam ?. (Salah satu bagian dari isi surat yang ditulis Syeikh Abdullah bin Mubarak kepada Syeikh Fudhail bin Iyadl) Saudaraku.. cukupkah bila kita mengucapkan .Inna lillahi wa inna ilaihi Rooji.un., sambil mengangkat jari telunjuk kita ke langit atau membuka kedua telapak tangan kita dari kejauhan tanpa ada terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan pembelaan terhadap nasib para muslimah dari tindakan kezaliman lawan ? Lantas bagaimana jika penganiayaan itu justru terjadi di depan mata dan batang hidung kita, maka dimanakah kepedulian itu kini menghilang ? .Barang siapa yang tidak perduli urusan kaum muslimin, maka dia bukan dari golongan mereka..
SEBAB BERSAUDARA, SALING MENOLONGLAH !
.Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan wanita sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma.ruf mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, dan mereka ta.at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. At Taubah : 71)
Tolong menolong adalah salah satu perkara yang tak akan terelakkan bagi mereka yang bersaudara. Dan karena sesama muslim itu bersaudara, sudah sepantasnya bila kita saling menolong terutama kepada mereka yang memang layak dan perlu segera ditolong, tanpa perduli aktivitasnya dari kelompok manapun. Jika kebiasaan ini senantiasa diterapkan, niscaya akan menjadi teladan baik yang akan ditiru oleh seluruh jajaran aktivis lain, sehingga jiwa tolong menolong akan tersebar, yang akhirnya dapat membentuk kesatuan hati, pikiran dan kasih sayang antar sesama aktivis tanpa dibatasi sekat-sekat tertentu. Saudaraku..jika kita berbuat baik kepada sesama kita tanpa memperdulikan latar belakang aktivis masing-masing, maka berarti kita telah menanamkan disetiap hati para aktivis muslim sebuah kecintaan bersama-sama yang akan senantiasa hidup selama roda perjuangan penegakan Islam ini masih berputar dan berjalan.
Sadarilah walau berbeda wadah, namun karena kesamaan lokalitas dan komunitas, maka akan menyebabkan setiap individu memerlukan bantuan yang lain. Dan apabila sesama individu telah saling tolong menolong dari yang kuat terhadap yang lemah, niscaya akan terhindarlah kita dari kekalahan yang berkepanjangan dan kehinaan yang tak berkesudahan akibat mengabaikan sebuah pilar persaudaraan muslim yang kokoh, yaitu kebutuhan salingmenolong dan melindungi.
KETIKA BARISAN SINGA MENJADI DOMBA
Namun wahai saudaraku.. Mengapa hari ini kebanyakan kaum Muslimin telah melupakan kewajiban saling menolong dan melindungi dengan hanya mendiamkan dan acuh tak acuh terhadap intimidasi dan gangguan yang mengancam para muslimah kita ?
apakah sifat pengecut telah memalingkan para rijal sejati dari teladan keberanian generasi salaf ummat ini ? Saudaraku.. sesungguhnya sifat pengecut pada jiwa manusia adalah sifat yang sangat rendah dan amat dekat dengan kehinaan bahkan kematian, serta begitu jauhnya ia dari cahaya Kehidupan. Dan jika sifatini telah merasuk di kepala dan meresap di dalam dada suatu kaum, hasilnya sudah dapat ditebak, yakni kehinaan dan kerendahan, yang pada akhirnya akan menggiring kaum tersebut secara cepat atau lambat pada kematian. Maka jika kawanan singa Islam kini telah berubah menjadi kumpulan domba penakut, maka inilah kebinasaan yang menjerat leher kaum muslimin yang dapat memisahkan kepada dari badan.
DIMANA KINI BARISAN SINGA BERADA ?
Kini sayup-sayup terdengar jeritan muslimah yang menggema,
sayangnya ia hanya membentur dinding-dinding batu lalu menghilang begitu saja bagai angin lalu,
karena para lelaki yang dipanggil hatinya telah membeku bahkan lebih keras daripada batu, telah menciut nyali kejantanannya, mengkerut menjadi pengecut.
Jeritan muslimah diberbagai belahan bumi menggema tanpa ada yang perduli. Telah terkubur kejayaan generasi pertama ummat ini, kini tiada lagi para singa Islam yang terkamanannya ditakuti dan digentari para lawan. .
Tidur dalam kehinaan telah berkepanjangan, dimanakah gerangan barisan singa itu kini ??.
Saudaraku.. Dimanakah gerangan barisan singa Islam yang siap menjaga dan membela kehormatan muslimah yang teraniaya, kini sembunyi dan berada ?
SERUAN.. BAGI MUJAHID MUDA !!
Kuawali seruan kepada para Muslimah,
agar senantiasa mengkoreksi diri didalam kehidupan bermasyarakat.
Bersikap selektif itu tidak mesti eksklusif,
sehingga menyebabkan antipati masyarakat di sekitar kita.
Waspadailah masalah ini, sebab apabila masyarakat awam telah kehilangan simpat,
maka jika datang gangguan nisacaya mereka hanya membiarkan, atau bahkan sebagian mereka yang justru melakukannya dan bukan dari kelompok penentang Islam yang sesungguhnya.
Sedang untuk para Singa Islam..
Menjadi tugas kalian untuk menjaga kehormatan wanita muslimah dari gangguan dan penghinaan pihak-pihak yang tak suka dengan maraknya dakwah dan tingginya Izzah Islam,
maka ketika para muslimah memerlukan pertolongan,
ulurkanlah segera kedua tangan kalian dengan kaki ringan !
Maka barisan Singa.. Bangunlah dari tidur panjang yang melenakan,
sudah terlalu lama kita mendengkur di empuknya ranjang kehinaan.
Bangkitlah dengan kesdaran tinggi,
karena kini tikus-tikus kecil telah menjelma manjadi babi-babi liar yang merajalela diladang kita.
Ketika musuh Islam telah berani mengancam dan mendzalimi muslimah di bumi kita sendiri,
masihkah akan kita biarkan dengan berdiam diri ?
Wahai kawanan Singa. Selamatkanlah para saudara wanita kalian, karena mereka ibaratkan saudara ibu kita, siapakah yang ingin saudara ibunya mendapat kesusahan akibat ancaman dan gangguan ??
Maka saling menolonglah kita secara lahir dan bathin,
sungguh Allah Swt sangat mencintai hambaNya yang suka tolong menolong.
Semoga kita segera terbangun dan tersadar wahai barisan Singa !!
Subscribe to:
Posts (Atom)