Wednesday, May 22, 2013

Quotations


Cinta itu anugrah maka berbahagialah, sebab kita sengsara bila tak punya cinta.
Cobaan pasti datang menghadang, rintangan pasti datang menghujam.
Namun cinta itu kan membuatmu mengerti akan arti kehidupan.

TAFAKUR


Assalammu'alaikum wr.wb

Semoga bermanfaat
1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

Jawabannya:
------------------------------------------------------------
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghozali bertanya....

Pertama,
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
 Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
"Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
Al-A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.

Keempat,
"Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab : "besi dan gajah".
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
amanahnya.

Kelima,
"Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Ada  yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita
meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,
"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Be carefully , guys ! SUMBER KESOMBONGAN

    
 
Sombong---sebagaimana didefinisikan Rasulullah SAW---adalah "melecehkan orang lain dan menolak kebenaran" (HR Muslim dan Tirmidzi). Bila penyakit ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak.
Ketahuilah bahwa tidak akan bersombong kecuali orang yang menganggap dirinya besar dan tidak akan menganggap dirinya besar kecuali orang yang meyakini memiliki sifat kesempurnaan. Di antara sumber kesombongan adalah sebagai berikut:

Pertama: NASAB KETURUNAN. Orang yang punya nasab keturunan yang tinggi menganggap hinaorang yang tidak memiliki nasab tersebut, sekalipun ia lebih tinggi ilmu dan amalnya. Kadang sebagian mereka menyombongkan diri lalu menganggap orang lain sebagai pengikut dan budaknya, sehingga ia enggan bergaul dan duduk bersama mereka. Rasulullah bersabda "Hendaklah orang meninggalkan kebanggan terhadap nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka."(HR. Abu Daud)

Kedua: HARTA KEKAYAAN. Hal ini biasanya terjadi dikalangan para raja, pemimpin, para konglomerat, pengusaha, tuan tanah, dan para pejabat negara serta keluarga mereka. Mereka membanggakan kedudukan dan hartanya sehingga merendahkan dan melecehkan orang lain. Orang-orang semacam ini bila tidak bertaubat akan berakhir seperti Qorun yang ditelan bumi karena kesombongan terhadap hartanya.

Ketiga: ILMU PENGETAHUAN. Demikian cepatnya kesombongan menjangkiti para ulama (kaum intelektual) sehingga seorang berilmu pengetahuan mudah merasa tinggi dengan ilmu pengetahuannya. Ia merasa paling mulia diantara manusia. Ia memandang dirinya lebih tinggi dan lebih mulia disisi Allah ketimbang yang lainnya. Hal demikian bisa terjadi karena ilmu yang didapat lebih berorientasi pada duniawi semata, tanpa dilandasi keikhlasan dan pensucian jiwa dalam menuntutnya. Sebab ilmu yang didapat dengan ikhlas karena Allah dan hati yang jujur akan melahirkan sikap tawadhu' dan rasa takut kepada Allah.

Keempat: AMAL dan IBADAH. Orang-orang yang zuhud dan para ahli ibadah tidak terlepas pula dari nistanya kesombongan, kepongahan dan tindakan melecehkan orang lain. Dengan amal dan ibadahnya ia merasa yakin akan selamat, sementara orang lain akan binasa. Sabda Rasulullah SAW "Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim" (HR. Muslim)

Kelima: KECANTIKAN/KETAMPANAN. Kecantikan atau ketampanan seseorang bisa meyebabkan dirinya sombong dengan cara merendahkan dan menyebut-nyebut keburukan rupa orang lain.

Dengan definisi yang disebutkan oleh Rasulullah SAW itu, tentulah banyak keburukan yang terdapat di dalam sifat sombong (takabbur), sehingga wajar jika kemudian kesombongan menjadi penghalang masuk surga, sebagaimana dalam hadits shahih Baginda Rasul bersabda: " Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar dzarrah ". Hal itu disebabkan karena kesombongan menghalangi hamba dari semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh orang mu'min, sedangkan akhlaq-akhlaq itu adalah pintu surga, dan kesombongan penutup pintu-pintunya. Sebab, seseorang tidak bisa mencintai kaum mu'minin sebagaimana ia mencinta diri sendiri bila di dalam hatinya masih ada kesombongan, begitu juga dengan perbuatan-perbuatan lainnya yang muaranya adalah karena adanya kesombongan dalam hatinya.

Analisa syabah Kecil : MENGAPA BEGITU SULIT BERDAKWAH ?



Kegagalan Taliban mempertahan dua kota utama, Kandahar dan Kabul membuat reputasi mereka terperosok. 'Niat baik'  mempertahan 'tradisi' Islam,  terhapus dalam sekejap saja. Hanya enam tahun  bertahan. Kekuatan mereka yang didasarkan pada dakwah ini dengan mudahnya dikalahkan oleh kekuatan kafir. Prinsip kenegaraan  yang difondasikan pada kegiatan dakwah ternyata tidak berhasil. Dukungan dari Afghan Al Arab pada akhirnya tidak sepenuhnya disokong bahkan oleh sebagian besar orang Afganistan sendiri. Afganistan, dibawah sistem Taliban,  tidak berhasil membujuk dunia untuk berpihak kepada mereka. Taliban menghadapi kesulitan dalam menarik simpati dunia. Mengapa gagal?

Berdakwah memang tidak mudah. Taliban, terlepas dari sudut mana kita menilainya, telah gagal dalam menunaikan misi dakwahnya. Ada banyak faktor yang menyebabkan kegagalan ini. Abu Sayyaf, seorang profesor dari Kelompok Mujahidin Afganistan yang pada masa pemerintahan Taliban sempat dimusuhi oleh mereka, dalam wawancara dengan Al Jazeerah-Qatar, mengemukakan bahwa kegagalan Taliban disebabkan kesalahan menerapkan konsep Islam dimana satu diantaranya Taliban lebih 'memilih' perang daripada jalan damai.

Awal tahun 90-an, Zainuddin MZ begitu menjulang kepopulerannya dalam dakwah. Dakwah pada masa itu disebut-sebut sebagai 'profesi' baru yang menjanjikan bukan saja kepopuleran, namun juga peningkatan pendapatan. Tak jarang artis-artis pula menekuni profesi yang satu ini, misalnya Harry Mukti. Lambat laun Zainuddin dan sejumlah artis pendakwah ini 'pudar' ketenarannya. Berhasilkan misi mereka dalam dakwah?

Utama
Misi utama 'dikirimnya' Rasulullah SAW ke muka bumi ini adalah untuk berdakwah. Beban terberat beliau adalah misi dakwah ini, karena berbagai risiko yang harus dipikul beliau SAW tidaklah ringan. Sanak saudara, teman, hingga pemimpin suku, semuanya memusuhi misi ini terutama sekali pada tahun-tahun pertama beliau  SAW memulainya. Berbagai bentuk benturan dihadapi beliau dengan kesabaran yang luar biasa, yang kadang-kadang 'diluar' kewajaran kita sebagai manusia. Suatu sikap yang barangkali bagi kita biasa, ternyata Rasulullah menunjukkannya dalam bentuk lain, yang membuat kita 'takjub'. Demikianlah Allah SWT memilih utusanNya. Mereka yang memusuhi beliau SAW ternyata dibalas beliau dengan kasih. Beliau SAW menyatakan bahwa mereka belum mengerti tentang Islam. Pengemis buta yang Yahudi, yang senantiasa mencemoohkan nama beliau SAW ternyata beliau balas dengan disuapinya dia setiap hari dengan makanan tanpa sepengetahuan pengemis tersebut. Subhanallah.

Aisyah R.a, istri tercinta beliau SAW, menggambarkan bahwa pribadi Rasulullah adalah pribadi yang termuat dalam Al Quran. Rasullullah adalah Al Quran yang 'berjalan'. Karena itu, dakwah beliau SAW, dalam konteks kesehatan, memanfaatkan pendekatan holistic. Suatu teknik pendekatan dengan memperlakukan sasaran dakwah secara utuh sesuai dengan unsur-unsur yang dimiliki oleh objek dakwah. Tanpa pendidikan formal, Rasulullah SAW telah mengenal bahwa elemen-elemen yang ada dalam diri manusia itu meliputi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Meski sasaran utama beliau dalam dakwah menitik beratkan pada elemen spiritual, namun beliau SAW tidak mengabaikan peranan besar yang terdapat dalam jasmani, jiwa, dan sosial.

Lihatlah contoh bagaimana beliau SAW memperlakukan pengemis Yahudi diatas. Dalam segi spiritual, beliau sadar bahwa pengemis tersebut warga Yahudi yang jelas-jelas berbeda pandangan imannya. Namun kenapa beliau tidak langsung saja menjelaskan tentang Islam? Sebaliknya beliau menempuh jalur lain, mengajarkan aspek dasar yang perlu didahulukan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Makan, adalah yang dibutuhkan oleh pengemis tadi, bukan 'ocehan'. Sesudah Rasulullah 'berpulang' ke Rahmatullah, barulah si pengemis tersebut menanyakan kemana orang yang biasa memberikan sarapan itu pergi karena tidak pernah nampak lagi? Dan masuk Islamlah dia. Subhanallah!

Analisa
Seiring dengan berkembangnya teori-teori penelitian sosial, dakwah pun seharusnya mendapatkan perlakukan yang sama. Peranan menempatkan dakwah yang tidak disejajarkan dengan studi ilmiah inilah yang salah satunya menyebabkan ketidakberhasilannya. Lewat pendekatan ilmiah, maka akan bisa diidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi dakwah tersebut. Dakwah, bukan sekedar segumpal penguasaan ayat-ayat Al Qur-an yang dibumbuhi dengan sedikit humor, kemudian diselingi sejumlah ceritera yang terkait, titik!

Dakwah membutuhkan suatu proses pendekatan yang berkesinambungan. Dalam Bahasa Inggris, kunci sederhana yang bisa diterapkan adalah konsep 5-W dan 1 H. Dakwah harusnya dimulai dengan What, why, who, when, where, dan how. Jadi, menghadapi masalah semakin tajamnya pertentangan antara umat Islam dan Kristen di Sulawesi Tengah misalnya, konsep yang demikian bisa berlaku. Apa issue yang sebenarnya, mengapa bisa demikian, siapa pelakuknya, kapan, dimana, dan bagaimana semua ini bisa terjadi.

Demikian pula peranan pendekatan holistic diatas hendaknya diperhatikan. Kita tidak mungkin berdakwah tentang zakat, sadaqah, dan infaq  ditengah-tengah masyarakat yang kelaparan. Secara moral-etis, kita tidak mungkin berdakwah ditengah-tengah (maaf) pelacur dengan menempatakan profesi mereka sebagai obyek pembicaraan. Demikian pula jika kita berdakwah  tentang tidak diperbolehkannya pacaran ditengah-tengah remaja yang berpasang-pasangan. 'Mudahkanlah, jangan dipersulit', demikian Rasulullah SAW pernah bersabda.

Naik-turun tanggapun kita harus satu demi satu tapak dilalui jika kita tidak menginginkan jatuh. Dalam Islam pun hal ini bukan kesalahan. Bahkan sunnah. Bukankah Allah mencintai perbuatan baik yang secara terus menerus, berkesinambungan, sekecil apapun bentuknya.  Rasulullah SAW berdakwah, dan 'kelihatan'hasilnya sesudah 23 tahun berkiprah didalamnya. Bukankah tujuan dakwah sendiri adalah perubahan perilaku secara menyeluruh? Integritas aspek-aspek yang ada dalam diri manusia itulah tujuan akhir dakwah.

Libat
Telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, ' berdakwahlah walau hanya satu ayat!' Dibalik anjuran ini tersembunyi makna yang sangat luas. Dalam diampun kita bisa berdakwah. Diam bisa berarti 'satu ayat'. Dalam suatu pertengkaran mulut misalnya, diam adalah lebih baik. Diam disini menduduki posisi yang penting dalam turut andil menyelesaikan masalah. Diam juga mempercepat redahnya sebuah pertikaian. Diam berarti dakwah. Apa yang dilakukan Professor Sayyaf selama konflik Afganistan adalah dalam rangka berdakwah. 'Jika tidak bisa berbicara yang baik, diamlah!',

Secara verbal dalam dakwah harus memperhatikan unsur-unsur yang oleh Astrid dikelompokan dalam Pengirim pesan, penerima pesan, pesan serta sarana pengiriman pesan. Teori komunikasi oleh Astrid ini apabila diintegrasikan dengan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyampaian dakwah diatas, akan klop. Memang tidak mudah untuk mengkombinasikan elemen diatas. Karena itu, guna menekuni bidang dakwah secara profesional perlu keseriusan. Bagaimanapun bidang yang satu ini juga menuntut adanya kespesialisasian.

Meskipun demikian tidak berarti bahwa tanpa ketrampilan tersebut lantas kita  harus berhenti berdakwah. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW, bahwa berdakwah tidak harus secara lisan, dimuka  publik, dalam forum pengajian atau seminar keagamaan. Berbuat suatu kebaikan yang dilandasi ikhlas tidak kalah penting peranannya dibanding dakwah lisan itu. Dakwah yang komprehensif adalah yang melibatkan komunikasi verbal, yang diikuti dengan tindakan, disamping tentu saja adanya niat. Akan tetapi perlu juga langkah evaluasi guna mengukur titik kelemahan kita dalam dakwah. Evaluasi ini besar peranannya, agar dakwah dimasa mendatang bisa lebih efektif dan efisien, mengarah pada titik tujuan dakwah. Jika faktor-faktor tersebut tidak mendapatkan porsi yang cukup, maka dakwah hanya sekedar istilah.

Aku mujahidah dari bumi JIHAD

 
Aku Wanita Mujahidah Sejati... 
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad.. 
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad.. 
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad.. 
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah 
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..
Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad.. 

Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an.. 
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad.. 
Andai tak siap bisa kau pilih.. 
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik, 
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku.. 
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu.. 
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...
Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta.. 

Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..

Aku wanita dari bumi Jihad.. 
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad... 
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti... 
Adakah yang siap mendamaikan Hati ?????? 
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan.. 
Yang melepasku dengan selaksa do`a.. 
meraih syahid.. tujuan utama.. 
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu.. 
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini..

Ikhwahfillah Rencana Tuhan itu Indah ^_^

   
 
Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah; "Allah, apa yang Engkau lakukan? " Ia menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."

Kupinang Engkau dengan Hamdalah



 
Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah diciptakannya pasangan-pasanganmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian perasaan tenteram dan kasih sayang. Pada yang demikian ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

Ketika tiba masa usia aqil baligh, maka perasaan ingin memperhatikan dan diperhatikan lawan jenis begitu bergejolak. Banyak perasaan aneh dan bayang-bayang suatu sosok berseliweran tak karuan. Kadang bayang-bayang itu menjauh tapi kadang terasa amat dekat. Kadang seorang pemuda bisa bersikap acuh pada bayang-bayang itu tapi kadang terjebak dan menjadi lumpuh. Perasaan sepi tiba-tiba menyergap ke seluruh ruang hati. Hati terasa sedih dan hidup terasa hampa. Seakan apa yang dilakukannya jadi sia-sia. Hidup tidak bergairah. Ada setitik harapan tapi berjuta titik kekhawatiran justru mendominasi.

Perasaan semakin tak menentu ketika harapan itu mulai mengarah kepada lawan jenis. Semua yang dilakukannya jadi serba salah. Sampai kapan hal ini berlangsung? Jawabnya ada pada pemuda itu sendiri. Kapan ia akan menghentikan semua ini. Sekarang, hari ini, esok, atau tahun- tahun besok. Semakin panjang upaya penyelesaian dilakukan yang jelas perasaan sakit dan tertekan semakin tak terperikan. Sebaliknya semakin cepat / pendek waktu penyelesaian diupayakan, kebahagiaan & kegairahan hidup segera dirasakan. Hidup menjadi lebih berarti & segala usahanya terasa lebih bermakna.

Penyelesaian apa yang dimaksud? Menikah! Ya menikah adalah alat solusi untuk menghentikan berbagai kehampaan yang terus mendera. Lantas kapan? Bilakah ia bisa dilaksanakan? Segera! Segera di sini jelas berbeda dengan tergesa- gesa. Untuk membedakan antara segera dengan tergesa- gesa, bisa dilihat dari dua cara :

Pertama, tanda-tanda hati. Orang yang mempunyai niat tulus, kata Imam Ja'far, adalah dia yang hatinya tenang, sebab hati yang tenang terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niat murni untuk Allah dalam segala perkara. Kalau menyegerakan menikah karena niat yang jernih, Insya Allah hati akan merasakan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kita merasa yakin, meskipun harapan & kekhawatiran meliputi dada. Lain lagi dengan tergesa-gesa. Ketergesaan ditandai oleh perasaan tidak aman & hati yang diliputi kecemasan yang memburu.

Kedua, tanda-tanda perumpamaan. Ibarat orang bikin bubur kacang hijau, ada beberapa bahan yang diperlukan. Bahan paling pokok adalah gula & kacang hijau. Jika gula & kacang hijau dimasukkan air kemudian direbus, maka akan didapati kacang hijau tidak mengembang. Ini namanya tergesa-gesa. Kalau gula baru dimasukkan setelah kacang hijaunya mekar ini namanya menyegerakan. Tapi kalau lupa, tidak segera memasukkan gula setelah kacang hijaunya mekar cukup lama orang akan kehilangan banyak zat gizi yang penting.

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda : "Tiga orang yang selalu diberi pertolongan Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya" (HR Thabrani)

Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah. Ketika niat sudah mantap & tekad sudah bulat, persiapkan hati untuk melangkah ke peminangan. Dianjurkan, memulai lamaran dengan hamdalah & pujian lainnya kepada Allah SWT. Serta Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda : "Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)" HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.

Setelah peminangan disampaikan, biarlah pihak wanita & wanita yang bersangkutan untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari.

Apapun, serahkan kepada keluarga wanita untuk memutuskan. Mereka yang lebih tahu keputusan apa yang terbaik bagi anaknya. Anda harus husnudzan pada mereka. Bukankah ketika meminang wanita berarti anda mempercayai wanita yang diharapkan oleh anda beserta keluarganya.

Keputusan apapun yang mereka berikan, sepanjang didasarkan atas musyawarah yang lurus, akan baik dan Insya Allah memberi akibat yang baik bagi anda. Tidak kecewa orang yang istikharah & tidak merugi orang yang musyawarah. Maka apapun hasil musyawarah, sepanjang dilakukan dengan baik, akan membuahkan kebaikan. Sebuah keputusan tidak bisa disebut buruk atau negatif, jika memang didasarkan kepada musyawarah yang memenuhi syarat, hanya karena tidak memberi kesempatan kepada anda untuk menjadi anggota keluarga mereka. Jika niat anda memang untuk silaturrahim, bukankah masih tersedia banyak peluang untuk menyambung?

Anda telah meminangnya dengan hamdalah, anda telah dimampukan datang oleh Allah Yang Maha Besar. Dia-lah Yang Maha Lebih Besar. Semuanya kecil. Ada pelajaran yang sangat berharga dari Bilal bin Rabbah tentang meminang. Ketika ia bersama Abu Ruwaihah menghadap kabilah Khaulan, Bilal mengemukakan : "Jika pinangan kami anda terima, kami ucapkan Alhamdulillah. Dan kalau anda menolak, maka kami ucapkan Allahu Akbar." Maka, kalau pinangan yang anda sampaikan ditolak, agungkan Allah, semoga anda tetap berbaik sangka kepada Allah & juga kepada keluarganya. Sebab bisa jadi, penolakan merupakan jalan pensucian jiwa dari kedzaliman diri sendiri, bisa jadi penolakan merupakan proses untuk mencapai kematangan, kemantapan & kejernihan niat. Sementara ada banyak hal yang dapat mengotori niat. Bisa jadi Allah hendak mengangkat derajat anda, kecuali anda justru malah merendahkan diri sendiri. Tapi hati perlu diperiksa, jangan-jangan perasaan itu muncul karena ujub.

Kekecewaan, mungkin saja timbul. Barangkali ada perasaan yang perih, barangkali juga ada yang merasa kehilangan rasa percaya diri saat itu. Ini merupakan reaksi psikis yang wajar, kecewa adalah perasaan yang manusiawi, tetapi ia harus diperlakukan dengan cara yang tepat agar ia tidak menggelincirkan ke jurang kenistaan yang sangat gelap. Kecewa memang pahit. Orang sering tidak tahan menanggung rasa kecewa, mereka berusaha membuang jauh-jauh sumber kekecewaan. Sekilas nampak tidak ada masalah, tetapi setiap saat berada dalam kondisi rawan. Perasaan itu mudah bangkit lagi dengan rasa sakit yang lebih perih. Dan yang demikian tidak dikehendaki Islam. Islam menghendaki kekecewaan itu menghilang perlahan-lahan secara wajar. Sehingga kita bisa mengambil jarak dari sumber kekecewaan dengan tidak kehilangan obyektivitas & kejernihan hati, kita menjadi lebih tegar, meskipun proses yang dibutuhkan untuk menghapus kekecewaan lebih lama.

Kalau anda merasa kecewa, periksalah niat anda. Dibalik yang dianggap baik, mungkin ada niat yang tidak lurus. Periksalah motif-motif yang melintas dalam batin. Selama peminangan hingga saat menunggu jawaban. Kemudian biarkan hati memproses secara wajar sampai menemukan kembali ketenangan secara mantap.

Tetapi kalau jawaban yang diberikan oleh keluarga wanita sesuai harapan, berbahagialah sejenak. Bersyukurlah. Insya Allah kesendirian yang dialami dengan menanggung rasa sepi sebentar lagi akan menghapus kepenatan selama di luar rumah. Insya Allah sebentar lagi.

Tunggulah beberapa saat. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk melakukan apa saja yang menjadi hak anda bersamanya. Akan tiba masanya anda merasakan kehangatan cintanya. Kehangatan cinta wanita yang telah mempercayakan kesetiaannya kepada anda. Setelah tiba masanya, halal bagi anda untuk menemukan pangkuannya ketika anda risau.

Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui pernikahan Allah memberikan banyak keindahan & kemuliaan. Wanita boleh menawarkan Islam memberikan penghormatan yang suci kepada niat & ikhtiar untuk menikah. Nikah adalah masalah kehormatan agama, bukan sekedar legalisasi penyaluran kebutuhan biologis dengan lawan jenis. Islam memperbolehkan kaum wanita untuk menawarkan dirinya kepada laki-laki yang berbudi luhur, yang ia yakini kehormatan agamanya, dan kejujuran amanahnya menjadi suaminya. Dan Khadijah r.a atas teladan bagi wanita yang bermaksud untuk menawarkan diri.

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. 
Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. 
Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. 
Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. 
Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan.

Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas r.a ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah SAW dan berkata : "Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?" Putri Anas yang hadir & mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, "Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan." Anas berkata kepada putrinya : "Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah SAW lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari)